kawasan Godean tepatnya SS.Karena keluarga kadang-kadang keluar kota dan aku ditinggal dirumah tidak ada makanan. yasudah, mending makan diluar saja.
Suasana sepi. Di luar hujan. Semua pelayan sudah
berkemas. Restoran hendak tutup. Tetapi mungkin melihat wajah aku yang
memelas karena lapar ( kata orang kyk tampang idiots ~_~ ), salah seorang dari mereka memberi aba-aba untuk tetap melayani. Padahal, jika mau, bisa saja mereka menolak.
Sembari makan aku mulai mengamati kegiatan para pelayan restoran. Ada
yang menghitung uang, mengepel lantai dan ada pula yang membersihkan dan merapikan meja-meja yang berantakan.
Aku membayangkan rutinitas kehidupan mereka seperti itu dari hari ke
hari. Selama ini hal tersebut luput dari perhatian aku. Jujur saja, jika
makan di restoran cepat saji seperti ini, aku tidak terlalu hirau akan keberadaan mereka. Seakan mereka antara ada dan tiada.Mereka ada jika aku membutuhkan bantuan dan mereka serasa tiada jika saya terlalu asyik menyantap makanan.
Namun malam itu aku bisa melihat sesuatu yang selama ini seakan tak
terlihat. aku melihat bagaimana pelayan restoran itu membersihkan
sisa-sisa makanan di atas meja. Pemandangan yang sebenarnya biasa-biasa
saja. Tetapi, mungkin karena malam itu mata hati aku yang melihat,
pemandangan tersebut menjadi istimewa.
Melihat tumpukan sisa makan di atas salah satu meja yang sedang
dibersihkan, aku bertanya-tanya dalam hati: siapa sebenarnya yang baru
saja bersantap di meja itu? Kalau dilihat dari sisa-sisa makanan yang
berserakan, tampaknya rombongan yang cukup besar. Tetapi yang menarik
perhatian aku adalah bagaimana rombongan itu meninggalkan sampah bekas
makanan.
Sungguh pemandangan yang menjijikan. Tulang-tulang ayam berserakan di atas
meja. Padahal piring atau wakul ( tempat nasi ) yang bisa dijadikan tempat sampah.Nasi di sana-sini. Belum lagi di bawah kolong meja juga kotor oleh
tumpahan remah-remah. Mungkin rombongan itu membawa anak-anak.
Meja tersebut bagaikan ladang pembantaian. Tulang belulang berserakan.
aku tidak habis pikir bagaimana mereka begitu tega meninggalkan sampah
berserakan seperti itu. Tak terpikir oleh mereka betapa sisa-sisa makanan
yang menjijikan itu harus dibersihkan oleh seseorang, walau dia seorang
pelayan sekalipun.
oiya..di banyak negara, terutama di Eropa dan Amerika,
sudah jamak pelanggan membuang sendiri sisa makanan ke tong sampah.
Pelayan terbatas karena tenaga kerja mahal.mungkin ini yg menjadikan part time di negara-negara eropa begitu menggiurkan kalo tidak salah mencapai 6 juta.
aku juga pernah membaca cerita tentang kekuatan senyum ( pahala yang paling mudah didapatkan adalah senyum ).makanya kadang-kadang di tempat umum atau disekolah dipasang slogan senyum ( kayaknya dimuhi juga ada deh).Tapi jangan terlalu banyak senyum nanti gusimu kering tu. @_@
Jika saja setiap orang memberi senyum kepada paling sedikit satu orang yang dijumpainya hari itu, maka dampaknya akan luar biasa. Orang yang mendapat senyum akan merasa bahagia. Dia lalu akan tersenyum pada orang lain yang dijumpainya. Begitu seterusnya, sehingga senyum tadi meluas kepada banyak orang.
Padahal asal mulanya hanya dari satu orang yang tersenyum.
Bayangkan jika Anda memberi pujian yang tulus bagi minimal satu orang
setiap hari. Pujian itu akan memberi efek berantai ketika orang yang Anda
puji merasa bahagia dan menularkan virus kebahagiaan tersebut kepada
orang-orang di sekitarnya.
aku membayangkan, alangkah indahnya hidup kita jika kita dapat membuat
orang lain bahagia. Alangkah menyenangkannya jika kita bisa berempati pada
perasaan orang lain. Betapa bahagianya jika kita menyadari dengan membuang
sisa makanan kita di restoran cepat saji, kita sudah meringankan pekerjaan
pelayan restoran.
Jika kita mau, banyak hal kecil bisa kita lakukan. Hal yang tidak
memberatkan kita tetapi besar artinya bagi orang lain. Mulailah dari
hal-hal kecil-kecil. Mulailah dari diri Anda lebih dulu. Mulailah sekarang
juga.
terakhir
#aku bersama-sama dengan temanku kadang-kadang di restoran sering melakukan hal-hal yg tidak senonoh. bagi kami itu sangat menyenangkan dan sangat lucu. tapi bagi orang lain mungkin sangat mengganggu baik itu pelayan ataupun pelanggan yg lain. "BAIK DIMATAMU BELUM TENTU BAIK DIMATA ORANG,MAKA PANDANG DULU DARI MATA ORANG LAIN BARU DIRIMU"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar